Kamis, 25 November 2010

putra mahkota

Putra Mahkota; Mereka Menanti Tahta

Sejak lahir,jalan hidup mereka sudah diarahkan menjadi raja.Namun,mereka menghabiskan puluhan tahun dalam hidupnya untuk menunggu dan menunggu untuk dinobatkan menjadi raja.

MASA depan anak-anak ini adalah menjadi raja, panutan, pemimpin, dan penerus kejayaan monarki di era modern. Calon-calon raja ini, seperti tidak punya pilihan lain dalam kehidupannya, selain menjadi simbol negara. Namun, ada beberapa putra mahkota yang justru ditunggutunggu rakyat agar secepatnya berkuasa. Umumnya, rakyat menginginkan pemimpin yang segar dan membawa pembaruan bagi negara.

Meski hanya bermain di tataran simbolis, tapi pancaran aura spiritual dan karisma kepemimpinan putra mahkota itu mampu mengharmonisasikan dan menstabilkan kondisi kerajaan. Salah satu putra mahkota yang dinanti rakyat dan sedang menanti tahta adalah Willem-Alexander. Beberapa tahun lalu, saat merayakan ulang tahunnya yang ke-40,dia mengaku tak tahu kapan akan duduk di singgasana raja.

Dan, jika kelak pangeran kelahiran 27 April 1967 itu dinobatkan sebagai raja, dia ingin menjadi seperti ibunya, Ratu Beatrix, yang mampu memainkan peran sebagai pemersatu masyarakat. Berdasarkan jajak pendapat yang digelar pada Februari lalu,Pangeran Oranje, julukan Willem, adalah pangeran yang dicintai rakyat. Sekitar 70% rakyat Belanda ingin Ratu Beatrix mengalihkan singgasana kepada Wilem-Alexander dalam tiga tahun.

Sekitar 80% rakyat Belanda setuju bahwa sang pangeran yang berusia 43 tahun itu,layak menduduki tahta. Selain Willem, Shaikh Salman bin Hamad bin Isa Al-Khalifa yang ditunjuk sebagai putra mahkota Bahrain sejak tahun 1999, juga sangat dinanti-nanti rakyatnya. Dia dikenal sebagai pembaru di negaranya. Meski belum menjadi raja,pria yang berusia 40 tahun itu, menggebrak sistem perekonomian Bahrain menjadi lebih liberal.

Dia mendorong kebebasan berinvestasi dari luar negeri untuk mengembangkan ekonomi di negaranya. Menurut dia, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan negara itu sendiri. Reformasi ekonomi itu dilakukan Salman melalui Dewan Pembangunan Ekonomi yang dipimpinnya 3 Maret 2002. Melalui lembaga yang dipimpinnya, dia bertanggung jawab memformulasikan strategi pembangunan ekonomi.

“Saya ingin menarik langsung investasi langsung dari luar negeri ke Bahrain,”paparnya. Salman juga mereformasi sistem birokrasi pemerintah.Targetnya, Bahrain menjadi negara maju dan memimpin Timur Tengah.Pada 24 Februari 2001,Salman ditunjuk sebagai ketua Komite Implementasi Pakta Nasional. Pakta itu disepakati 98% rakyat Bahrain dalam sebuah referendum yang digelar Februari 2001.

Pangeran yang suka dengan olahraga Formula 1 itu juga telah menyiapkan cetak biru masa depan pembangunan Bahrain. “Transparansi, kerja sama,dan partisipasi publik merupakan dasar konsep pembangunan ke depan,”ujarnya. Program dan kebijakan yang diusung Salman mendapatkan dukungan penuh di dalam negerinya. Rakyat Bahrain pun bersiap-siap menunggu gebrakan pria yang lahir 21 Oktober 1969 itu selanjutnya ketika menjadi raja nantinya.


Selanjutnya putra mahkota yang ditunggu-tunggu rakyatnya dan menanti tahta adalah Al-Muhtadee Billah Bolkiah. Dia adalah putra mahkota Kerajaan Brunei. Pria kelahiran 17 Februari 1974 ini, merupakan putra pertama dan pewaris Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Ratu Saleha. Sebagai calon raja, sang ayah Sultan Bolkiah telah mendidik Billah dengan menempatkannya sebagai menteri senior di kantor Perdana Menteri.Pendidikan dan sumber daya manusia merupakan salah fokus Billah dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Dia ingin agar Brunei memiliki tenaga kerja yang ahli sehingga tidak tergantung dengan sumber daya manusia dari luar negeri. Dia juga menerapkan program bagi lulusan muda untuk mengembangkan entreprenuer berbasis teknologi. Meski berdarah biru, Billah yang dilantik menjadi putra mahkota pada 10 Agustus 1998 itu,lebih memilih perempuan biasa untuk dijadikan calon ratu di negaranya.

Billah memang memiliki nilai sosial yang tinggi.Bahkan,dia pun tak malu untuk menjadi atlet yang membawa nama besar negaranya. Pada Desember 2009,Billah bukan hanya menjadi penonton pada SEA Games Laos.Dia juga ambil bagian dalam cabang olahraga biliar sembilan bola putra nomor tunggal dan ganda. Billah memang dikenal sebagai penggemar biliar.

Sementara itu, Putra Mahkota Jepang Pangeran Naruhito telah mengemban beban tugas ayahnya, Kaisar Akihito yang sakit-sakitan. Dia akan melakukan apapun yang harus dilakukan untuk melaksanakan tugas ayahnya. Salah satunya adalah kunjungan ke berbagai negara yang tidak memungkinkan dilakukan sang kaisar. Salah satu kunjungannya adalah ke Vietnam yang menjadi sejarah kekaisaran Jepang mengirimkan Naruhito ke negara komunis itu pada 9 Februari 2009 lalu.


Sebenarnya, salah satu ketertarikan Naruhito adalah kebijakan mengenai air dan konservasi air.Atas kepedulian terhadap isu air, pada Maret 2003, dia ditunjuk sebagai presiden kehormatan Forum Air Dunia ke tiga. Selama ini,Pangeran Naruhito tidak bersedia menjawab pertanyaan mengenai suksesi tahta kaisar dengan mengatakan,dia sebaiknya tidak memberikan komentar mengenai hal itu, meskipun isunya penting.

Bagi dia, isu kekuasaan merupakan hal sensitif. Apalagi, keluarga kerajaan Jepang memang jauh dari publisitas media. Selama ini, Naruhito selalu menjadi bahan perbincangan di negaranya. Pasalnya, Naruhito memiliki satu putri dari pernikahan dengan Masako Owada, mantan diplomat,Aiko dengan julukan Putri Toshi yang lahir pada Desember 2001.Kelahiran Putri Aiko setelah delapan tahun pernikahan mereka menjadi perdebatan serius di masyarakat Jepang.

Pasalnya, ada usulan untuk mengganti Undangundang Kekaisaran yang dibuat pada tahun 1947.Amandemen itu dimaksudkan untuk memperbolehkan perempuan menjadi kaisar. Dari Riyadh, Sultan bin Abdul Aziz Al-Saud,Pangeran Arab Saudi lahir pada 1926 di Riyadh adalah Pangeran Arab Saudi dan Wakil Perdana Menteri Pertama.Hanya saja, dia sering mengalami sakitsakitan. Pada tahun 2004, Sultan didiagnosa menderita kanker usus dan beberapa kali telah dioperasi.

Pada April 2009, dia dilaporkan dirawat di rumah sakit Amerika Serikat.Anaknya, Pangeran Bandar bin Sultan adalah mantan duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat. Putra Sultan lainnya, Pangeran Khalid bin Sultan juga menjadi jenderal penting dalam Perang Teluk 1991. Sementara itu,Frederik André Henrik Christian menjadi putra mahkota Denmark sejak 14 Januari 1972.

Sang Putra Mahkota pertama kali menduduki jabatan resmi menjadi Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Denmark di Paris dari 1998 hingga Oktober 1999. Dia juga menyelesaikan semua pelatihan militer di tiga angkatan bersenjata. Bahkan, dia pun bergabung menjadi seorang pelaut pada pasukan khusus Angkatan Laut yang disebut frogmen (manusia katak). Nama frogman-nya adalah “Pingo”.

Menanti, Tapi Dibenci

Putra mahkota yang selalu menjadi bahan perbincangan di media-media adalah Pangeran Charles dari Inggris. Dia telah menanti untuk menduduki tahta kerajaan Inggris selama berpuluhpuluhan tahun. Namun, dia termasuk kategori putra mahkota yang tidak sukai. Sebuah jajak pendapat yang digelar pada November 2008 mendapati 42% responden menghendaki Charles menggantikan Ratu Elizabeth II.Sedangkan,35% yang berpendapat bahwa tahta mestinya dilimpahkan kepada generasi yang lebih muda,William, putra Charles.

Banyak orang Inggris menilai, dilihat dari banyak hal, William lebih pantas menduduki tahta kerajaan ketimbang ayahnya. Terlebih kecerdasan putra pertama Pangeran Charles dari mendiang Putri Diana itu menonjol sejak kecil, jauh melebihi sang ayah.Konon, sampai usia 10 tahun,Charles masih belum bisa membedakan nilai mata uang.Terlebih lagi,citra Pangeran Charles melorot sejak perceraiannya dari Putri Diana pada tahun 1996 lalu.

Sementara itu, putra mahkota yang tidak terlalu mendapatkan respons positif adalah Putra Mahkota Thailand Maha Vajiralongkorn. Vajiralongkorn menjabat sebagai Jenderal di Angkatan Darat Kerajaan Thailand,Laksamana pada Angkatan Laut dan Marsekal Angkatan Udara. Dengan dilindungi hukum lèse majesté, kritik terhadap anggota kerajaan sangat dilarang.

Anak-Anak Pun Jadi Putra Mahkota

Pangeran Moulay Hassan, putra mahkota Maroko yang lahir pada 8 Mei 2003,adalah anak yang beruntung. Dia adalah putra raja Mohammed VI dan istrinya Putri Lalla Salma. Dia juga memiliki saudara perempuan Putri Lalla Khadija. Moulay akan mengganti ayahnya nanti dan akan menjadi Hassan III.


Selain Moulay, Hussein bin Al- Abdullah merupakan putra mahkota Yordania yang masih muda per 2 Juli 2009.Putra dari Raja Abdullah II dan Ratu Rania itu lahir pada 28 Juni 1994. Hussien diklaim oleh pihak keluarga sebagai keturunan langsung ke-44 dari Nabi Muhammad.Saat ini,dia bergabung dengan Akademi Kerajaan, sebuah sekolah elit yang terletak di Madaba-Amman, Yordania. (andika hendra m)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar