Kamis, 25 November 2010

raja - raja MESIR

Patung Ahmenhotep III, salah satu Firaun Mesir yang paling berpengaruh, yang memerintah sekitar 3.400 tahun lalu.

http://www.crystalinks.com/amenhotep3a.jpgPakar purbakala di Mesir telah menggali bagian dari sebuah patung berumur lebih dari 3.000 tahun seorang Firaun yang diperkirakan adalah kakek Raja Tut yang terkenal itu.
Kepala dinas purbakala Mesir Zahi Hawass mengatakan, patung Amenhotep III itu ditemukan di situs kuilnya di Luxor, Mesir utara. Hawass mengatakan hari Sabtu relik itu menunjukkan Amenhotep duduk di sebuah kursi kerajaan, didampingi dewa Amun.
Pakar purbakala mengatakan patung itu tingginya sekitar tiga meter.
Firaun Amenhotep III memerintah kekaisaran Mesir pada puncak kemajuan peradabannya dari sekitar tahun 1390 hingga tahun 1350 Sebelum Masehi, atau sekitar 3.400 tahun lalu. Kekaisaran itu membentang dari wilayah yang sekarang Sudan Utara hingga ke wilayah Suriah.
Cucunya, Raja Tut, menarik perhatian dunia setelah pakar purbakala menemukan makamnya yang dipenuhi benda-benda menakjubkan tahun 1922. Raja Tut yang berusia remaja itu meninggal tahun 1324 Sebelum Masehi.
Bulan Februari lalu, pakar purbakala mengumumkan penemuan patung kepala granit berukuran besar yang menggambarkan Amenhotep III.


Piramida Mesir
Piramida Mesir adalah sebutan untuk piramida yang terletak di Mesir yang dikenal sebagai "negeri piramida" sekalipun ditemukan situs yang berupa bangunan berbentuk piramida dalam jumlah besar di Semenanjung Yucatan yang merupakan pusat peradaban Maya. Piramida di atas adalah piramida Chephren atau Khafre yang secara fisik jauh lebih kecil dibandingkan Piramida Cheops yang memiliki ketinggian mencapai 140 meter dengan luas hingga 230 m persegi. Banyak para Arkeolog yang berselisih pendapat akan waktu yang dihabiskan dalam proyek pembangunan piramida di Giza. Sebagian para Arkeolog menyatakan bahwa pembangunan Piramida ini (Cheops) memakan waktu selama 30 tahun dengan mempekerjakan hampir 100.000 budak dan petani asal bani Israel yang dulunya beremigrasi besar-besaran ke tanah Mesir.


Diperkirakan, Piramida Chephren/Khafre ini dibangun untuk dipersembahkan kepada sang penguasa Mesir saat itu, Cheops. Bangunan ini nantinya akan dijadikan tempat peristirahatan terakhir sekaligus tempat penyimpanan semua harta yang dimilikinya. Saat ini, hanya tersisa gambar dari Cheops di lokasi pemakaman (sekarang tersimpan di Museum Mesir di Kairo), Mayat yang berupa mumi dan semua kekayaan yang ikut terkubur bersamanya hilang entah kemana.

Tidak diragukan lagi, fungsi utama dari Piramida Mesir adalah sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi raja-raja Mesir kuno yang dikenal dengan nama Fir'aun. Puluhan mayat para penguasa Mesir kuno dipastikan dikuburkan disekitar piramida. Selain itu, disamping berfungsi sebagai makam, piramida juga digunakan untuk menimbun berbagai kekayaan yang dimiliki penguasa yang berupa perhiasan,artefak dan barang-barang berharga lainnya bersamaan dengan mayat Fir'aun yang dibalsemi untuk dibawa ke alam baka dengan berbagai mantra pelindung. Hal inilah yang menjadikan piramida sebagai sasaran penjarahan dan perampokan. Untuk mencegah aksi penjarahan tersebut, pada masa berikutnya, makam raja-raja dan para bangsawan ditempatkan pada lembah yang tersembunyi. Salah satu dari makam penguasa Mesir kuno yang tempatnya terpisah dan tersembunyi adalah makam Fir'aun Tutankhamun, generasi terakhir dari dinasti ke-18 Fir'aun Mesir yang memerintah Mesir mulai dari tahun 1567 SM - 1339 SM.

Sphinx, Berwatak Manusia Berkeberanian Singa
Sphinx, merupakan bukti betapa tingginya peradaban yang telah dimiliki oleh bangsa Mesir kuno. Patung kuno warisan dunia ini diperkirakan dibangun semasa pemerintahan Fira'un Chapren, bersamaan dengan pembangunan piramida chapren. Patung ini memiliki ketinggian 20 meter dengan panjang mencapai 57 meter. Dalam mitologi Mesir, Sphinx dianggap sebagai kepala Cheops, salah satu penguasa Mesir kuno yang disegani saat itu. Sebagian masyarakat Mesir percaya bahwa Sphinx melambangkan sosok keberanian bagai singa dan kelembutan jiwa bagai manusia. Selain itu, Sphinx juga diyakini sebagai pelindung atau penjaga makam-makam para raja-raja Mesir kuno, sebagaimana anggapan Aristoteles bahwa piramida merupakan simbol kekuasaan dan kekuatan raja-raja Fir'aun di tanah Mesir.


Firaun dan Musa ( II )Jun 15, '06 5:31 PM
for everyone
M U S A

Untuk menghentikan kekuasaan firaun, allah mengutus musa dengan cara menggunakan rumah-rumah sebagai tempat aktifitas atau ber-aqimudin Qs Yunus (10 / 87) :

“Dan kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan Dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman".

Musa mendapat petunjuk agar pergi bersama umatnya berdawah dengan sistem lail (malam hari), dan membuat mereka jalan. Jalan yang kering di laut.

Musa menda’wahkan wahyu ke masyarakat, sehingga terbelah 2 masyarakat, menjadi masyarakat yang menerima wahyu (pengikut musa) dan masyarakat yang menolak wahyu (pengikut firaun).

“Lalu kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar”. QS (26 / 63)

Maka terjadilah dialog antara musa, harun dan firaun.

Qs At Thaaha:

49. Berkata Fir'aun: "Maka siapakah Tuhanmu berdua, Hai Musa?
50. Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang Telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, Kemudian memberinya petunjuk
51. Berkata Fir'aun: "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"
52. Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
53. Yang Telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang Telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
54. Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
55. Dari bumi (tanah) Itulah kami menjadikan kamu dan kepadanya kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,
56. Dan Sesungguhnya kami Telah perlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda kekuasaan kami semuanya Maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

Qs As Syu’araa

10. Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): "Datangilah kaum yang zalim itu,
11. (yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"
12. Berkata Musa: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya Aku takut bahwa mereka akan mendustakan Aku.
13. Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku Maka utuslah (Jibril) kepada Harun[1076].
14. Dan Aku berdosa terhadap mereka[1077], Maka Aku takut mereka akan membunuhku".
15.
16. Maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan Katakanlah olehmu: "Sesungguhnya kami adalah Rasul Tuhan semesta Alam,
17. Lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami".
18. Fir'aun menjawab: "Bukankah kami Telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
19. Dan kamu Telah berbuat suatu perbuatan yang Telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.
20. Berkata Musa: "Aku Telah melakukannya, sedang Aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.
21. Lalu Aku lari meninggalkan kamu ketika Aku takut kepadamu, Kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
22. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu Telah memperbudak Bani Israil".
23. Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
24. Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
25. Berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?"
26. Musa Berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".
27. Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".
28. Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".
29. Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar Aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
30. Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun Aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata ?"
31. Fir'aun berkata: "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".

Namun firaun tak mau menerima seruan musa, bahkan menentang dan mereka beradu argumen. (Qs 20 / 57 – 69) dan (Qs26 / 32-51)

Qs As Syu’araa

32. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
33. Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), Maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
34. Fir'aun Berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa Ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,
35. Ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; Maka Karena itu apakah yang kamu anjurkan?"
36. Mereka menjawab: "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),
37. Niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".
38. Lalu dikumpulkan ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang ma'lum[1080],
39. Dan dikatakan kepada orang banyak: "Berkumpullah kamu sekalian.
40. Semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang[1081]"
41. Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
42. Fir'aun menjawab: "Ya, kalau demikian, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".
43. Berkatalah Musa kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".
44. Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: "Demi kekuasaan Fir'aun, Sesungguhnya kami benar-benar akan menang".
45. Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya Maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu[1082].
46. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),
47. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta Alam,
48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
49. Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum Aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu Maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); Sesungguhnya Aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan[1083] dan Aku akan menyalibmu semuanya".
50. Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
51. Sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, Karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".

Argumentasi musa di gambarkan berupa tongkat yang besar yang menjadi ular besar menelan (mengalahkan) argumentasi firaun dan pengikutnya yaitu tukang2 sihir yang melemparkan argumentasi yang di gambarkan tali-tali yang berubah menjadi ular-ular kecil.

Tukang-tukang sihir firaun mengakui argumentasi musa, lalu turut menjadi pengikut musa walaupun penuh resiko.

Qs At Thaahaa

70. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami Telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa".
71. Berkata Fir'aun: "Apakah kamu Telah beriman kepadanya (Musa) sebelum Aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka Sesungguhnya Aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan Sesungguhnya Aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".
72. Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang Telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang Telah menciptakan Kami; Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu Hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia Ini saja.
73. Sesungguhnya kami Telah beriman kepada Tuhan kami, agar dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang Telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)".
74. Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, Maka Sesungguhnya baginya neraka jahannam. ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup[932].
75. Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh Telah beramal saleh, Maka mereka Itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang Tinggi (mulia),
76. (yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).

Qs As Syu’araa

46. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),
47. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta Alam,
48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
49. Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum Aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu Maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); Sesungguhnya Aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan[1083] dan Aku akan menyalibmu semuanya".
50. Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
51. Sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, Karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".

setelah itu terjadilah perang secara fisik yang berakhir firaun di tenggelamkan oleh allah.

keterangan :

* lautan = masyarakat mesir
* lautan yang kering = orang yang mudah di baca/ yang di pandang bisa menerima wahyu allah
* membelah laut = membagi masyarakat menjadi 2 kelompok untuk mengetahui mana kawan dan lawan
* tongkat = wahyu
* tukang sihir = ahlul kitab



Blog EntryFiraun dan Musa ( I )Jun 15, '06 5:27 PM
for everyone
F I R A U N

Fir'aun atau Pharao atau Pharaoh (פַּרְעֹה, Ibrani Baku Parʿo, Ibrani Tiberias Parʿōh) adalah gelar bagi para raja-raja Mesir pada Masa Mesir kuno. Fir'aun diyakini berasal dari kata Pharao. Sedangkan kata fir'aun dalam bahasa Indonesia adalah bentuk dalam bahasa Arab dari kata ini. Akhirnya kata ini berasal dari bahasa Mesir Pr-Aa yang artinya adalah "Rumah Besar".


Firaun adalah simbol, identik dengan para pemimpin yang membuat kerusakan dimuka bumi. ciri pemimpin yang berpolah tikah laku bak firaun. Allah nyatakan cirinya didalam QS Al Qashash (28/4) :

“Sesungguhnya Fir'aun Telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”.

* Membuat sewenang-wenang di muka bumi, tidak adil dan amanah
* Membuat masyarakatnya berpecah belah, berfirqoh-firqoh
* Menindas segolongan dari mereka, belah bambu-menjungjung golongannya dan menginjak sebagian golongan yang lainnya.
* Membunuh anak laki-laki mereka, membunuh keberanian
* Membiarkan hidup perempuan mereka, memupuk rakyatnya bermental cemen
* Membuat kerusakan di mika bumi
* Menyesatkan kaumnya.


Berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka Telah sesat, QS At Thahaa (20 / 92)

Figure, Jasad firaun di abadikan untuk menjadi pelajaran generasi mendatang. Qs Yunus (10 / 92) :

“Maka pada hari Ini kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan Sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami “.


Akibat kesombongan firaun, sehingga dia merasa tidak ada yang berhak untuk mengatur dirinya, dan masyarakatnya di atur oleh peraturannya. Dan dia merasa peraturannya tidak ada yang menandinginya dan berlaku abadi.

Dengan keangkuhannya tersebut dia menyatakan : “AKULAH TUHANMU YANG PALING TINGGI.....” Qs An Nazi’at (79 / 24)

Hanya peraturannya lah yang paling tinggi.
Dengan pernyataannya itu ia bermadsud membunuh anak laki-laki dan membiarkan anak perempuan .

Kediktaktoran firaun membekar rakyat kecil dengan dalih pembangunan yang di gunakan untuk memonitor orang-orang yang ingin menandinginya. Firaun tak mau tahu dengan konsep selain ideologinya, dia menyangka bahwa dirinya akan abadi. Akhirnya allah menenggelamkan kekuasaanya bersama bala tentaranya. At Thaahaa (20 / 78-79) & Qs Al Qashash (28 / 38-42) :

“Dan Berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, Aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain Aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat, Kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya Aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya Aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".

39. Dan berlaku angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada kami.
40. Maka kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka Lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.
41. Dan kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
42. Dan kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)”.



Kekuasaan firaun kelihatannya bersatu, secara lahiriyah terlihat kompak kerja samanya, tetapi sesungguhnya di dalamnya terdapat permusuhan – permusuhan, pertentangan intern yang sangat hebat. Hati mereka terpecah belah ibarat permainan kartu. Qs Al Waqiaah (56 / 14)

Akhirnya kekuasaanya tenggelam, punah dengan diutusnya musa. Qs Asy Syua’raa (26 / 63-66)




sultan Saladin Panglima Perang Salib




Sultan Saladin, Panglima yang Penuh Toleransi
By :republika online

Dia dikenal sebagai raja, panglima perang yang jago strategi, pemimpin umat, dan sekaligus sosok yang santun dan penuh toleransi. Banyak manuskrip yang mencatat “Saladin Sang Raja Mesir” (Saladin, King of Egypt) sebagai simbol kekuasaan Eropa. Namanya tidak bisa dilepaskan dari dejarah Perang Salib yang membawa kejayaan Islam, namun tanpa menindas kaum Kristiani.

Sultan Saladin lahir dengan nama Salahidun Yusuf Ibn Ayyub di Tikrit, dekat Sungai Tigris dari sebuah keluarga Kurdi. Ia dikirim ke Damaskus, Suriah, untuk menimba ilmu. Selama sepuluh tahun ia berguru pada Nur ad-Din (Nureddin).

Setelah berguru ilmu militer pada pamannya, seorang negarawan Seljuk dan pimpinan pasukan Shirkuh, ia dikirim ke Mesir untuk menghadang perlawanan Kalifah Fatimiyah tahun 1160. Ia sukses dengan misinya yang membuat pamannya duduk sebagai wakil di Mesir pada tahun yang sama.

Saladin memperbaiki perekonomian Mesir, mengorganisasi ulang kekuatan militernya, dan mengikuti anjuran ayahnya untuk tidak memasuki area konflik dengan Nur ad Din.

Sepeninggal Nur ad Din, barulah ia mulai serius memerangi kelompok Muslim sempalan dan pembrontak Kristen. Dia bergelar Sultan di Mesir dan menjadi pendiri Dinasti Ayyubi serta mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir.

Terlibat dalam Perang Salib
Dalam dua kesempatan, tahun 1171 dan 1173, Saladin diinvasi Kerajaan Kristen Jerusalem. Nur ad Din saat ini berniat membalas serangan. Namun Saladin mereka kuat terlebih dulu.

Sepeninggal Nur ad Din, Saladin menjadi penguasa Damaskus. Ia menikahi janda Nur ad Din dan menaklukkan dua kota penting Aleppo dan Mosul yang dulu selalu gagal ditaklukkan Nuraddin. Namun ia menjadi penguasa yang bersahaja. Sedapatnya, ia selalu menghindari pertumpahan darah, apalagi darah warga sipil. Saat menaklukkan Aleppo, 22 Mei 1176, nyawanya nyaris melayang karena usaha pembunuhan.

Ia melakukan konsolidasi di Suriah sambil sebisa mungkin menjaga agar jangan sampai tumpah perang dengan pasukan salib sebesar apapun provokasi dari pasukan salib. Misalnya, ia masih belum bereaksi saat Raynald of Chatillon mengusik aktivitas perdagangan dan perjalanan ibadah haji di Laut Merah, wilayah yang menurut Saladin harus selalu menjadi wilayah bebas. Puncaknya adalah saat penyerangan terhadap rombongan karavan jamaah haji tahun 1185. Saladin meradang.

Juli 1187, Saladin menyerang Kerajaan Jerusalem dan terlibat dalam pertempuran Hattin. Ia berhasil mengeksekusi Raynald dan rajanya, Guy of Lusignan.

Dia kembali ke Jerusalem 2 Oktober 1187, 88 tahun setelah kaum Salib berkuasa. Berbagai medan pertempuran dilaluinya, dengan satu pesan yang sama kepada pasukannya; minimalkan pertumpahan darah, jangan melukai wanita dan anak-anak.

Perang Salib III menelan biaya yang tak sedikit dari kubu Kristen. Inggris mengucurkan dana bantuan yang dikenal dengan istilah ‘Saladin Tithe’ (Zakat melawan Saladin).

Dalam satu pertempuran, ia berhadap-hadapan dengan King Richard I dari Inggris di medan perang Arsuf tahun 1191. Di luar perkiraan kedua pasukan, Saladin dan King Richard I saling berjabat tangan dan menghormat satu sama lain. Bahkan saat tahu pimpinan pasukan musuhnya itu sakit, Saladin menawarkan bantuan seorang dokter terbaik yang dimiliki Damaskus. Begitu juga saat tahu Richard kehilangan kuda tunggangannya, ia memberikan dua ekor sebagai gantinya.

Di medan itu, keduanya sepakat berdamai. Bahkan adik Richard dinikahkan dengan saudara Saladin.

Tak lama setelah kepergian Richard, Saladin wafat pada tahun 1193 di Damaskus. Saat kotak penyimpanan harta Saladin dibuka, ahli warisnya tidak menemukan cukup uang untuk membiayai pemakamanannya: ia selalu mendermakan hartanya kepada kaum yang membutuhkan. Kini makamnya menjadi salah satu tempat tujuan wisata utama di Suriah.

Nama Saladin harum di seantero dunia hingga kini. Bukan hanya kalangan Muslim, kalangan non-Muslim juga sangat menghormatinya. Satu yang dicatat dalam buku-buku sejarah: ketika pasukan Salib menyembelih semua Muslimin yang ditemui saat mereka menaklukkan Jerusalem, Saladin memberikan amnesti dan kebebasan bagi kaum Katolik Roma begitu ia menaklukkan Jerusalem.

Sultan Saladin
1138: Lahir di Tikrit, Irak, sebagai putra dari pimpinan kaum Kurdi, Ayub.
1152: Mulai pekerja sebagai pelayan pimpinan Suriah, Nureddin.
1164: Mulai menunjukkan pekiawaiannya dalam bidang strategi militer dan dalam perang melawan pasukan Salib di Palestina.
1169: Saladin menjadi orang kedua dalam kepemimpinan militer Suriah setelah pamannya, Shirkuh. Shirkuh menjadi wakil di Mesir namun meninggal 2 bulan kemudian. Ia menggantikannya. Namun karena kurang ada respons dan dukungan dari penguasa, ia kembali ke Kairo yang menjadi puas kekuatan Dinasti Ayyub.
1171: Saladin menekan penguasa Fatimi dan menjadi pemimpin Mesir dengan dukungan kekhalifahan Abbasiah. Namun tidak seperti Nureddin yang ingin sesegera menggempur pasukan Kristen, ia cenderung lebih menahan diri. Inilah yang membuat hubungan antar keduanya merenggang.
1174: Nureddin meninggal. Saladin menyususn kekuatan.
1175: Pemimpin pembunuh Syiria, anak buah Rashideddin melakukan upaya pembunuhan terhadap Saladin namun gagal. Percobaan kedua si pembunuh berhasil mendekat hingga melukai sang sultan.
1176: Saladin mengepung benteng Masyaf, pertahanan Rashideddin. Setelah beberapa minggu Saladin menarik mundur pasukan dan meninggalkan para pembunuh dalam damai hingga akhir hayat mereka. Dipercaya ia mendapat ancaman seluruh keluarga akan dibunuh. b
1183: Penaklukan kota di utara Suriah, Aleppo.
1186: Penaklukan Mosul di utara Irak.
1187: Dengan kekuatan baru, menyerang Kerajaan Latin Jerusalem dengan pertempuran sengit selama 3 bulan.
1189: Perang Salib III meluas di Palestina setelah Jerusalem di bawah kontrol Saladin.
1192: Menandatangani perjanjian dengan King Richard I dari Inggris yang membagi wilayah pesisir untuk Kaum Kristen dan Jerusalem untuk Kaum Muslim.
4 Maret 1193: Meninggal di Damaskus tidak lama setelah jatuh sakit.
( tri/en.wikipedia.org )

, Panglima yang Penuh Toleransi
By :republika online

Dia dikenal sebagai raja, panglima perang yang jago strategi, pemimpin umat, dan sekaligus sosok yang santun dan penuh toleransi. Banyak manuskrip yang mencatat “Saladin Sang Raja Mesir” (Saladin, King of Egypt) sebagai simbol kekuasaan Eropa. Namanya tidak bisa dilepaskan dari dejarah Perang Salib yang membawa kejayaan Islam, namun tanpa menindas kaum Kristiani.

Sultan Saladin lahir dengan nama Salahidun Yusuf Ibn Ayyub di Tikrit, dekat Sungai Tigris dari sebuah keluarga Kurdi. Ia dikirim ke Damaskus, Suriah, untuk menimba ilmu. Selama sepuluh tahun ia berguru pada Nur ad-Din (Nureddin).

Setelah berguru ilmu militer pada pamannya, seorang negarawan Seljuk dan pimpinan pasukan Shirkuh, ia dikirim ke Mesir untuk menghadang perlawanan Kalifah Fatimiyah tahun 1160. Ia sukses dengan misinya yang membuat pamannya duduk sebagai wakil di Mesir pada tahun yang sama.

Saladin memperbaiki perekonomian Mesir, mengorganisasi ulang kekuatan militernya, dan mengikuti anjuran ayahnya untuk tidak memasuki area konflik dengan Nur ad Din.

Sepeninggal Nur ad Din, barulah ia mulai serius memerangi kelompok Muslim sempalan dan pembrontak Kristen. Dia bergelar Sultan di Mesir dan menjadi pendiri Dinasti Ayyubi serta mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir.

Terlibat dalam Perang Salib
Dalam dua kesempatan, tahun 1171 dan 1173, Saladin diinvasi Kerajaan Kristen Jerusalem. Nur ad Din saat ini berniat membalas serangan. Namun Saladin mereka kuat terlebih dulu.

Sepeninggal Nur ad Din, Saladin menjadi penguasa Damaskus. Ia menikahi janda Nur ad Din dan menaklukkan dua kota penting Aleppo dan Mosul yang dulu selalu gagal ditaklukkan Nuraddin. Namun ia menjadi penguasa yang bersahaja. Sedapatnya, ia selalu menghindari pertumpahan darah, apalagi darah warga sipil. Saat menaklukkan Aleppo, 22 Mei 1176, nyawanya nyaris melayang karena usaha pembunuhan.

Ia melakukan konsolidasi di Suriah sambil sebisa mungkin menjaga agar jangan sampai tumpah perang dengan pasukan salib sebesar apapun provokasi dari pasukan salib. Misalnya, ia masih belum bereaksi saat Raynald of Chatillon mengusik aktivitas perdagangan dan perjalanan ibadah haji di Laut Merah, wilayah yang menurut Saladin harus selalu menjadi wilayah bebas. Puncaknya adalah saat penyerangan terhadap rombongan karavan jamaah haji tahun 1185. Saladin meradang.

Juli 1187, Saladin menyerang Kerajaan Jerusalem dan terlibat dalam pertempuran Hattin. Ia berhasil mengeksekusi Raynald dan rajanya, Guy of Lusignan.

Dia kembali ke Jerusalem 2 Oktober 1187, 88 tahun setelah kaum Salib berkuasa. Berbagai medan pertempuran dilaluinya, dengan satu pesan yang sama kepada pasukannya; minimalkan pertumpahan darah, jangan melukai wanita dan anak-anak.

Perang Salib III menelan biaya yang tak sedikit dari kubu Kristen. Inggris mengucurkan dana bantuan yang dikenal dengan istilah ‘Saladin Tithe’ (Zakat melawan Saladin).

Dalam satu pertempuran, ia berhadap-hadapan dengan King Richard I dari Inggris di medan perang Arsuf tahun 1191. Di luar perkiraan kedua pasukan, Saladin dan King Richard I saling berjabat tangan dan menghormat satu sama lain. Bahkan saat tahu pimpinan pasukan musuhnya itu sakit, Saladin menawarkan bantuan seorang dokter terbaik yang dimiliki Damaskus. Begitu juga saat tahu Richard kehilangan kuda tunggangannya, ia memberikan dua ekor sebagai gantinya.

Di medan itu, keduanya sepakat berdamai. Bahkan adik Richard dinikahkan dengan saudara Saladin.

Tak lama setelah kepergian Richard, Saladin wafat pada tahun 1193 di Damaskus. Saat kotak penyimpanan harta Saladin dibuka, ahli warisnya tidak menemukan cukup uang untuk membiayai pemakamanannya: ia selalu mendermakan hartanya kepada kaum yang membutuhkan. Kini makamnya menjadi salah satu tempat tujuan wisata utama di Suriah.

Nama Saladin harum di seantero dunia hingga kini. Bukan hanya kalangan Muslim, kalangan non-Muslim juga sangat menghormatinya. Satu yang dicatat dalam buku-buku sejarah: ketika pasukan Salib menyembelih semua Muslimin yang ditemui saat mereka menaklukkan Jerusalem, Saladin memberikan amnesti dan kebebasan bagi kaum Katolik Roma begitu ia menaklukkan Jerusalem.

Sultan Saladin
1138: Lahir di Tikrit, Irak, sebagai putra dari pimpinan kaum Kurdi, Ayub.
1152: Mulai pekerja sebagai pelayan pimpinan Suriah, Nureddin.
1164: Mulai menunjukkan pekiawaiannya dalam bidang strategi militer dan dalam perang melawan pasukan Salib di Palestina.
1169: Saladin menjadi orang kedua dalam kepemimpinan militer Suriah setelah pamannya, Shirkuh. Shirkuh menjadi wakil di Mesir namun meninggal 2 bulan kemudian. Ia menggantikannya. Namun karena kurang ada respons dan dukungan dari penguasa, ia kembali ke Kairo yang menjadi puas kekuatan Dinasti Ayyub.
1171: Saladin menekan penguasa Fatimi dan menjadi pemimpin Mesir dengan dukungan kekhalifahan Abbasiah. Namun tidak seperti Nureddin yang ingin sesegera menggempur pasukan Kristen, ia cenderung lebih menahan diri. Inilah yang membuat hubungan antar keduanya merenggang.
1174: Nureddin meninggal. Saladin menyususn kekuatan.
1175: Pemimpin pembunuh Syiria, anak buah Rashideddin melakukan upaya pembunuhan terhadap Saladin namun gagal. Percobaan kedua si pembunuh berhasil mendekat hingga melukai sang sultan.
1176: Saladin mengepung benteng Masyaf, pertahanan Rashideddin. Setelah beberapa minggu Saladin menarik mundur pasukan dan meninggalkan para pembunuh dalam damai hingga akhir hayat mereka. Dipercaya ia mendapat ancaman seluruh keluarga akan dibunuh. b
1183: Penaklukan kota di utara Suriah, Aleppo.
1186: Penaklukan Mosul di utara Irak.
1187: Dengan kekuatan baru, menyerang Kerajaan Latin Jerusalem dengan pertempuran sengit selama 3 bulan.
1189: Perang Salib III meluas di Palestina setelah Jerusalem di bawah kontrol Saladin.
1192: Menandatangani perjanjian dengan King Richard I dari Inggris yang membagi wilayah pesisir untuk Kaum Kristen dan Jerusalem untuk Kaum Muslim.
4 Maret 1193: Meninggal di Damaskus tidak lama setelah jatuh sakit.
( tri/en.wikipedia.org )


Mumi Tutankhamun, Icon Raja Mesir !

Wajah penguasa Mesir kuno paling terkenal, Raja King Tutankhamun dipamerkan untuk umum pertama kalinya. Kalangan arkeolog mengambil mumi itu dari sarcophagus dan menyimpannya di sebuah peti dengan pengaturan suhu di makamnya di Lembah Para Raja Luxor. Peristiwa itu terjadi 85 tahun setelah makam Firaun ditemukan oleh petualang Inggris Howard Carter. Sampai sekarang, hanya 50 orang yang pernah melihat wajah raja bocah yang meninggal lebih dari 3000 tahun lalu. Saat para pakar itu mengangkat Tutankhamun dari peti jenazahnya mereka menyingkirkan kain putih yang menutupi dia, muncullah wajah berwarna hitam dan tubuhnya.


Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari cara melindungi jenazah dia. Arkeolog menyatakan jenazah itu terancam karena panas dan kelembaban di dalam makam itu karena sejumlah besar turis yang berkunjung setiap tahun. "Golden boy itu memiliki keajaiban dan misteri, oleh karena itu setiap orang dari seluruh dunia datang ke Mesir untuk melihat apa yang dilakukan untuk melindungi golden boy dan semuanya saya yakin datang untuk menyaksikan golden boy," ujar Kepala Bidang Peninggalan Mesir Zahi Hawass sebelum jenazahnya dipindahkan. Topeng emas Tutankhamun dicopot dengan pisau panas dan kabel Tutankhamun berkuasa di Mesir 1333 sampai 1324 SM dan diyakini naik tahta dalam usia sekitar 9 tahun. Meskipun semasa hidupnya tidak memiliki sejarah yang menentukan, kematian Tutankhamun mendapat perhatian dunia karena makamnya dalam kedaan utuh ketika dibuka oleh Carter tahun 1922. Makamnya berisi harta karun emas dan kayu hitam indah yang dianggap mewah ketika Carter melihat kedalam makam itu. Ditanya apa yang dia saksikan, jawabannya yang terkenal "Ya, sesuatu yang mengagumkan."



Penyebab kematian Karya agung makam itu adalah jenazah firaun yang dibuat mumi, ditutupi jimat dan perhiasan serta mengenakan topeng emas. Dalam upaya mengambil harta karun itu, Carter dan timnya memotong jenazah itu kedalam beberapa bagian, memenggal lengan dan kepalanya dan menggunakan pisau panas dan kabel untuk menyingkirkan topeng emas yang direkat ke wajah Tutankhamun dengan proses pembalseman. Tahun 2005 kalangan ilmuwan merekontruksi Tutankhamun Tubuhnya direkonstruksi dan dikembalikan ke sarcophagus aslinya tahun 1926. Kemudian pernah dibawa keluar untuk pengujian sinar X tiga kali dalam beberapa tahun berikutnya. Harta karun yang diambil memikat dunia dan menarik jutaan orang datang ke Lembah Para Raja. Pertanyaan mengenap mengapa Tutankhamun meninggal sekitar usia 19 tahun dan gosip adanya kutukan yang membuat meninggal mereka yang terlibat penggalian makamnya makin membuat terkenal firaun.



Ketika tubuhnya diperiksa sinar X tahun 1968, terdapat patahan tulang di tengkoraknya yang mendorong spekulasi bahwa dia dibunuh dengan pukulan. Sejumlah sejarawan berpendapat bahwa dia dibunuh karena berupaya mengembalikan politeisme setelah menggantikan Akhenaten yang meninggalkan dewa-dewa emas Mesir untuk monoteisme. Namun pemeriksaan scan jenazahnya tahun 2005 membuat para peneliti menyatakan dia tidak dibunuh dan mungkin meninggal karena komplikasi tulang kaki yang retak. Kepala bidang peninggalan Mesir Zahi Hawass mengatakan penelitian menunjukkan raja bocah ini meninggal setelah luka karena infeksi meskipun tidak semua tim setuju dengan diagnosa itu namun semua menolak dugaan pembunuhan.
Finally this is the facts!
Ada banyak Firaun (gelar untuk penguasa Mesir kuno), yang menjadi raja di Mesir, salah satunya adalah Raja Mesir Tutankhamum yang menjadi Firaun. Pada usia 10 tahun, pada masa1333 SM, Tutankhamum sempat memerintah selama 9 tahun.
Anehnya, selama berabad-abad, para sejarawan sepakat bahwa Raja Tut tewas akibat perebutan kekuasaan. Tapi ternyata itu semua keliru dengan hadirnya fakta dari hasil studi Zahi Hawass dari Cairo's Supreme Council of Antiquities! Ahli Mesir, radiolog, ahli anatomi, patologis, dan pakar forensik akhirnya menyimpulkan bahwa raja muda yang meninggal di usia 19 tahun itu, nggak dibunuh dengan cara dipukul di bagian belakang kepalanya, seperti selama ini diduga banyak orang! Wah!?
Berdasarkan tes DNA dan CT-scan terhadap 16 mumi, termasuk Tutankhamum dan keluarganya. Raja Tut ternyata meninggal karena komplikasi dari patah kaki yang dialaminya dan penyakit malaria serta kondisi kaki yang buruk sejak lahir. Fakta ini terkait dengan penemuan 130 tongkat di dalam makam Raja Tut, yaitu beberapa tongkat yang menunjukkan kalau tongkat-tongkat tersebut digunakan seumur hidup oleh Raja Tut. Ketika dia meninggal, kondisi Raja Tut sangat lemah oleh penyakit-penyakitnya, dimana ditemukan fakta DNA parasit malaria sebagai bukti genetik tertua malaria di mumi.
Mary-Ann Pouls Wegner (profesor arkeolog Mesir dari University of Toronto) mengungkapkan bahwa Tut memiliki bentuk ringan scoliosis (lengkungan abnormal pada tulang belakang) dan penyakit Kohler (kondisi kurangnya aliran darah secara perlahan-lahan hingga menghancurkan tulang kaki kirinya). Setuju dengan apa yang diungkapkan Matius Teitelbaum (direktur Art Gallery of Ontario di Toronto), penemuan medis ini memperlihatkan bahwa sesuatu dari masa lalu yang dianggap misterius, ternyata bisa memberikan pengetahuan baru untuk masa sekarang. Wah, fakta ini mengagetkan juga ya, fakta bahwa Raja Tut meninggal bukan karena dibunuh, tapi gara-gara sakit. What a shocking facts!?



Raja Farouk Turun Takht
1952 Raja Farouk Turun Takhta

WIKIMEDIA ORG

RAJA Farouk adalah raja Mesir yang mewarisi tampuk pemerintahan dari ayahnya, Raja Fuad I, pada 1936. Setelah dilantik, raja yang saat itu baru berusia 16 tahun memberikan pidato di radio. Ini menjadikannya raja Mesir pertama yang berbicara secara langsung kepada rakyatnya.

Raja yang masih remaja itu hanyut dengan kehidupan yang mewah. Ia tidak pernah merasa puas dengan kekayaannya. Ia juga sering melancong ke Eropa untuk berbelanja. Gaya hidup mewah ini menyebabkannya dikritik pada masa-masa sulit semasa Perang Dunia II. Ia akhirnya menjadi raja yang dibenci. Saat makin dewasa, Raja Farouk mulai mencuri barang-barang ketika melakukan kunjungan-kunjungan resmi ke berbagai negara. Barang yang dicurinya termasuk pedang istiadat Shah Iran dan jam milik Winston Churchill. Ia juga merupakan pencopet yang andal. Sang raja bahkan mencuri dari rakyat biasa sehingga dia dijuluki 'Pencuri dari Kairo'.

Perilaku buruknya ini menjadi salah satu penyebab kudeta militer pada 1952. Akibat tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan kekalahan Mesir pada Perang Arab-Israel 1948, Raja Farouk digulingkan dalam kudeta militer pada 23 Juli 1952. Kudeta ini dipimpin Gamal Abdul Nasser yang memaksa Farouk turun takhta dan disingkirkan ke Monako. Di negara inilah sang raja tinggal selama sisa hidupnya. Setelah Farouk disingkirkan, anaknya yang masih bayi ditahbiskan sebagai Raja Fuad II. Namun, pada 1953 pemerintahan monarki dihapus secara resmi dan Mesir menjadi negara republik. Pemerintahan baru segera melelang koleksi harta peninggalan raja dan hasil curiannya yang banyak. Namun, sang mantan raja terus dengan gaya hidup mewahnya serta hobi mengumpulkan harta benda. Kesukaannya menyantap makanan lezat menyebabkan Raja Farouk menjadi gemuk hingga beratnya mencapai 140 kg. Pada 18 Maret 1965, Raja Farouk rebah di meja makan setelah makan malam dan meninggal dunia.

1. KHUFU (2500 SM)

Raja Kedua dari Dinasti Keempat Kerajaan Mesir Kuno, firaun Khufu adalah yang paling dikenal karena membangun Piarmida Besar di Giza yang berfungsi sebagai makam pada saat kematiannya.
Khufu adalah putra dan pengganti Raja Snefru dan permaisurinya, Hetepres. Khufu menguasai Mesir yang bersatu dan banyak dari kerabatnya yang membantunya. Khufu menikah empat kali dengan Merityetes, Henutsen, Nefert-kau dan seorang permaisuri yang tidak dikenal.
Sejarah Khufu dikenal melalui tulisan sejarawan Yunani Herodotus, yang menggambarkan pemerintahannya sebagai suatu penindasan dan kesengsaraan. Namun reputasinya sebagai penguasa Mesir yang bijaksana bertentangan dengan tulisan ini.
Peninggalan Khufu yang paling fenomenal adalah bangunan monumen yang paling termashur dan abadi dari Mesir, Piramida Besar di Giza. Untuk menciptakan bangunan berbobot 5.750.000 ton ini, suatu karya agung dari seni bangunan dan keterampilan tekhnis yang tinggi, kira-kira 2,3 juta blok batu telah dipotong, diangkut dan disusun. Diperlukan ribuan pekerja selama 20 tahun untuk menyelesaikan bangunan tersebut yang mana mencapai ketinggian 146 mdpl diatas tanah seluas 13 hektar dan dibangun ditengah-tengah kompleks kuil, patung, monumen dan makam-makam kecil keluarga Firaun.
Khufu memerintah Mesir selama lebih dari 20 tahun dan kemudian dia meninggal dunia, dua dari putranya, Djedefre dan Khafre menggantikannya.

KHUFU (CHEOPS) (± ABAD KE 26 SM)
Indotoplist.com : Cheops atau Khufu, Firaun (Raja) Mesir kedua dari dinasti keempat adalah orang pertama yang membangun Piramida Agung Giza. Anak dari Firaun Sneferu dan Ratu Hetperes ini berkuasa pada tahun 2551-2528 sebelum Masehi. Untuk membangun Cheops diperlukan 2.300.000 batu dengan berat rata rata perbatu adalah 2.5 ton. Dibangun dengan batu kapur dan granit, piramid ini memiliki tingi 147 meter.
KHUFU (CHEOPS)  (± ABAD KE 26 SM)
Raja Mesir Khufu (Cheops dalam sebutan Yunani) dikenang karena pembangunan piramida raksasa di Giza, yang tampaknya dibangun diperuntukkan kuburannya. Kapan lahir dan matinya tak ada titimangsanya, tetapi umumnya dianggap dia hidup dalam masa dua puluh enam abad sebelum Masehi. Yang kita tahu, ibukotanya di Memphis, Mesir, dan dia duduk di atas tahta lama sekali, tetapi kehidupan lain-lainnya sedikit sekali terungkap.

Tampaknya aman bila kita bilang bahwa piramida raksasa adalah piramida baik yang paling terkenal maupun paling merupakan bangunan yang mengagumkan yang pernah dibangun manusia. Bahkan di jaman kuno dia dianggap salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Kendati keenam yang lainnya sudah berantakan jadi puing, piramida raksasa tetap tegak teguh, satu kenangan yang mempesona buat raja,yang membuatnya.

Kesempurnaan konstruksinya maupun keluar biasaan ukurannya betul-betul mengesankan. Meskipun kaki di bagian paling puncaknya sudah dihancurkan, ketinggiannya masih mencapai 450 kaki, kira-kira sama tingginya dengan gedung bertingkat 35! Secara kasar 2.300.000 blok batu, tiap blok beratnya sekitar 2.5 ton digunakan untuk piramida ini. Karena piramida raksasa itu punya perangkat kamar-kamar bagian dalam dan lorong-lorong, batu yang digunakan terdiri dari pelbagai macam ukuran, menambah ruwet kerja pembikinannya.

Entah bagaimana cara orang Mesir bekerja di masa empat puluh enam abad yang lalu tanpa peralatan modern atau mesin, tetapi toh mampu membikin bangunan serupa itu, betul-betul gelap! Betul-betul bangunan itu memerlukan rencana teramat cermat dan kesanggupan administrasi sempurna untuk menggali sumber nasional buat suksesnya tugas luar biasa besar macam begitu. Bila kita sepakati dugaan umum bahwa kejadian itu memerlukan waktu dua puluh tahun, dengan sendirinya kita harus bayangkan tak kurang dari kira-kira 300 blok batu disusun tiap hari.

Jelas, untuk membentuk blok-blok batu sebanyak itu dan mengangkutnya ke tempat penyusunan piramida, memotongnya sesuai dengan ukuran tepat seperti yang diperlukan dan menempatkannya pada posisi yang semestinya, betul-betul suatu tugas "gila-gilaan. " Seluruh armada kapal harus dikerahkan untuk mengangkut blok-blok batu itu, dan sistem suplai berencana diperlukan untuk memberi makan "balatentara pekerja" yang terlibat dalam proyek itu.
KHUFU (CHEOPS)  (± ABAD KE 26 SM)
Piramida raksasa itu telah bertahan tegak selama 4500 tahun, dan mungkin masih tetap tegak seperti itu kendati gedung-gedung bangunan modern sudah lama runtuh berantakan jadi puing dan abu. Bangunan piramida itu betul-betul tak terusakkan! Bahkan andaikata sebuah bom atom menghantam persis ke tubuhnya, dia tak akan terhapus. Tentu, dikit demi dikit. dia akan digerogoti jaman. Tetapi, hingga kini, kadar erosinya masih memungkinkannya bertahan hingga lebih dari satu juta tahun lagi.

Karena itu jelaslah, Cheops sebagai orang yang meninggalkan warisan besar buat dunia, telah peroleh kemasyhuran abadi, mungkin mengatasi kemasyhuran siapa saja yang pernah hidup di atas permukaan bumi. (Bisakah Napoleon atau Alexander Yang Agung masih diingat orang walau hanya 10.000 tahun yang akan datang?). Tetapi, kemasyhuran jauh berbeda dengan apa yang disebut "pengaruh". Meskipun Cheops punya pengaruh terhadap orang Mesir yang hidup di jamannya, dia tak punya pengaruh apa-apa baik terhadap dunia luar maupun masa-masa sesudahnya.

King Fuad II-Raja Termuda Dalam Sejarah

Pangeran Ahmad Fuad yang lahir pada 16 Februari 1952 ditunjuk menggantikan ayahnya farouk I sebagai Raja Mesir-Sudan Dinasti Muhammad Ali pada 26 Juli 1952. Itu berarti Pangeran Ahmad Fuad atau Fuad II menjadi raja pada umur 6 bulan, menjadikannya pemimpin termuda yang memimpin teritori Mesir-Sudan yang luas dengan jutaan penduduknya. Langkah nekat ayahnya Farouk I bertujuan untuk meredam gerakan Revolusi Anti-Kerajaan yang sedang merebak di Mesir, dia berharap anaknyabisa memperpanjang umur Dinasti Muhammad Ali di Mesir.

Dalam umur yang sangat muda, Raja Fuad II diwakilkan oleh Pangeran Abdul Moniem dalam pemerintahan. Harapan sang ayah sama sekali tidak terwujud, gejolak politik makin keras. Pada Juni 1953, rezim sang bayi yang berjalan singkat harus lengser, sistem monarki Mesir digantikan oleh Republik Mesir. Fuad II dan keluarga kerajaan lainnya akhirnya dibuang dan mengungsi ke Eropa-Swiss. Si kecil Raja Fuad II harus menerima kenyataan bahwa kepemimpinannya di Mesir-Sudan hanya berjalan 327 hari.

Meski sudah tidak memimpin wilayah yang besar, Raja Fuad II masih bisa memimpin keluarga kerajaan Dinasti Muhammad Ali yang masih tersisa di Swiss. Terhitung sejak 1952 sampai sekarang Fuad II masih menjadi raja dalam keluarga kerajaan Mesir, di Swiss dia menikah dan mempunya 3 orang anak yang akan melanjutkan tahta kerajaannya.~hlz~

Malaria Sebabkan Kematian Firaun

Mumi Firaun Tutankhamun. Foto : AP
KAIRO - Raja Mesir paling terkenal, Tutankhamun, ternyata seorang anak laki-laki lemah yang menderita cidera kaki. Firaun paling terkenal itu mati akibat komplikasi patah kaki yang parah dengan malaria akut.

Hal itu terungkap setelah dilakukan tes DNA selama dua tahun dan CT scan atas mumi Firaun berumur 3300 tahun itu, beserta 15 mumi lainnya. Hasil tes DAN dan CT scan atas mumi-mumi itu sekaligus mengakhiri mitos di seputar anak-anak Firaun.

Sebagai Firaun kecil, Tutankhamun telah memikat publik sejak makamnya ditemukan pada 1922. Makamnya terbilang mewah karena terisi dengan kendi penuh artefak dan permata, serta topeng pemakaman dari emas.

Namun dari hasil penelitian yang dipublikasikan kemarin dalam Journal of American Medical Association (JAMA) seperti dilansir Associated Press, terungkap silsilah keluarga Firaun Tutankhamun. Tes DNA difokuskan pada Firaun Akhenaten, yang mencoba melakukan revolusi atas kepercayaan kuno Mesir ke agama tauhid yang hanya percaya pada satu tuhan.

Firaun Akhenaten adalah ayah Tutankhamun. Sementara ibu Tutankhamun tak lain adalah saudara perempuan ayahnya. Sedangkan Tutankhamun naik tahta menjadi Firaun Mesir pada usia 10 tahun pada tahun 1333 sebelum masehi, pada masa penting dalam sejarah Mesir.

Spekulasi tentang penyebab kematian Tutankhamun telah lama beredar. Sebuah lobang di tengkorak sempat memicu spekulasi bahwa Tutankhamun dibunuh, hingga akhirnya dilakukan CT scan pada 2005 yang menungkap lubang itu akibat proses pengawetan sebagai mumi. Pemindaian yang dilakukan juga mengungkap bahwa kaki Tutankhamun patah.

Namun hasil uji terbaru menggambarkan sistem kekebalan yang dimiliki Tutankhamun ternyata rentan akibat peyakit turunan. Kematian Tutankhamun diakibatkan komplikasi patah kaki yang tak kunjung sembuh dan malaria akut.

Tim peneliti, sebagaimana tertulis di jurnal, menemukan parasit malaria di banyak mumi, beberapa di antaranya adalah mumi tertua yang pernah diisolasi. "Kaki patah yang kemungkinan karena terjatuh, mungkin telah mejadi ancaman bagi hidup Tutankhamun ketika terinfeksi pula dengan malaria," tulis jurnal tersebut.

Jurnal juga menyebut Tutankhamun yang banyak dibayangkan sebagai pria muda yang gagah, ternyata hanya seorang yang memiliki banyak gangguan. "Dia adalah raja yang lemah," sambung peneliti dalam jurnal itu.(ara/jpnn)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar